7 Fakta Jelang 16 Besar All England

Ahsan/Hendra akan berduel lawan Liu Cheng/Zhang Nan.
Follow Us

Jurnal Pilar | 7 Fakta Jelang 16 Besar All England

Jakarta, Pilarnusantara.id – Babak 16 besar All England akan dimulai Kamis (17/3). Berikut fakta menarik jelang babak 16 besar.

Sembilan wakil Indonesia akan berjuang merebut tiket menuju babak perempat final All England. Sejumlah nama akan menghadapi pemain unggulan seperti Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang bertemu unggulan kedelapan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang berjumpa Yuta Watanabe/Arisa Higashino yang jadi unggulan keempat..

Sedangkan pemain Indonesia yang masuk daftar unggulan seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga berjumpa lawan yang tak mudah.

1. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang jadi unggulan kedua berjumpa Liu Cheng/Zhang Nan. Liu/Zhang adalah juara dunia 2017. Saat itu mereka menaklukkan Ahsan yang berpasangan dengan Rian Agung di partai final.

2. Namun bila menghitung duel antara Ahsan/Hendra vs Liu/Zheng, The Daddies unggul 1-0 dalam rekor pertemuan.

3. Jonatan Christie kalah 1-2 dalam rekor pertemuan lawan Kunlavut Vitidsarn. Kunlavut adalah juara dunia junior tiga kali dan menjadi juara German Open pekan lalu.

4. Duel Praveen/Melati vs Hoo Pang Ron/Cheah Yee See terakhir kali terjadi pada perempat final Piala Sudirman 2021. Saat itu Praveen/Melati kalah dan Indonesia tersingkir dari turnamen tersebut.

5. Berdasarkan situs tournamentsoftware, duel Kevin/Marcus vs Akira Koga/Taichi Saito merupakan pertemuan perdana di antara mereka. Bukan hanya Kevin/Marcus, Fikri/Bagas, Dejan/Gloria, Greysia/Apriyani, dan Leo/Daniel juga untuk pertama kali berjumpa lawan mereka.

6. Anthony Ginting dan Kidambi Srikanth berbagi angka sama, 2-2 dalam rekor pertemuan. Namun pertemuan terakhir mereka terjadi pada 2018 silam.

7. Setelah dua duel perang saudara di babak pertama, empat ganda putra Indonesia yang bertahan tak lagi berada satu jalur di 16 besar dan perempat final. Andai keempat wakil yang ada saat ini terus bertahan, mereka bisa menciptakan All Indonesian Semifinal.