Aksi Hipnotis Dipasar Sipon Tangerang Merajalela, 15 Juta Raib Seketika

Follow Us

Jurnal Pilar | Bastian Chaniago

Kota Tangerang, Pilarnusantara.id – Seorang ibu yang hendak membeli sepotong baju di pasar sipon cipondoh tangerang, terperangkap oleh 2 orang yang tidak di kenal dan menghipnotisnya, serta meraup semua perhiasan yang sedang dipakainya. Minggu 17/07/2022.

Kronologis cerita, berawal seorang ibu bernama Asni, yang tinggal disekitar jalan irigasi sipon cipondoh yang hendak membeli sepotong baju di pasar sipon cipondoh tangerang, tiba tiba disekitar pasar tersebut, beliau (Asni) dikagetkan oleh 2 orang (laki laki dan perempuan), yang berpura pura menawarkan jasa untuk membelikan baju untuk ibu asni, sebagai hadiah, karena mereka berdua baru pulang dari tanah suci.

  

Bacaan Lainnya

Bu Asni yang polos dan tidak mengetahui kalau dirinya sedang di hipnotis oleh kedua orang tersebut, beliau mengikuti aja ajakan dari si hipnotis, untuk mencari baju di pasar lain. Tak lama berselang, Bu Asni yang sudah terhipnotis, bergocengan bertiga dengan 2 orang penghipnotis dan semula di bawa putar putar, hingga hampir 2 jam di jalan, dan akhirnya berhenti dipasar Kebon Besar daerah Batu Ceper.

Sesampai dipasar Kebon Besar kedua orang Hipnotis tersebut membelikan sepotong baju seharga 80 ribu untuk bu asni, namun tanpa disadari olehnya, perhiasan yang ada dibadan dan di tangannya sudah ludes semua dan dia serahkan ke hipnotis.

Setelah memenuhi janjinya kepada bu asni, Kedua hipnotis itu langsung pergi dan meninggalkan bu asni sendiri di pasar Kebon Besar Batu Ceper.

Bu Asni tersadar, dan kebinggungan, merasa keheranan karena berada dipasar yang belum pernah dia kunjungi, dan di saat yang bersamaan ada salah satu penasehat DPC FKMB Batu Ceper melihat bu asni yang sedang kebingungan, dan saat di tanya, kalau beliau di hipnotis oleh orang yang tidak dia kenal, dan seluruh perhiasan yang dia miliki dan uang yang ada didompetnya, jika di totalin nilainya sekitar 15 juta rupiah, disamping itu, bu asni juga menjelaskan kalau dia tinggal dengan anak nya di daerah cipondoh, dan daerah asalnya dari Pesisir Selatan,Bayang Kapencong Sumatra Barat.

Penasehat DPC FKMB yang mendengar pengakuan bu asni, merasa tergugah hatinya, karena sesama perantau yang berasal dari minangkabau, langsung menghubungi salah satu pengurus Bundo Kanduang, Bundo Nelly Piliang yang kebetulan memiliki salah satu toko baju di pasar itu, dan mengkoordinasikan dengan para pengurus yang lain serta menghubungi Ketua 2 DPD FKMB Kota Tangerang, Meddi Rasul dan Ketua DPC FKMB Cipondoh, Surya dan Waketum SATGAS H.N.8. Saudara Bastian Chaniago.

Waketum Satgas yang mendapat informasi seperti itu, langsung menuju kelokasi kejadian, dan setelah mengetahui kronologis cerita yang dialami oleh bu asni, langsung mengambil langkah cepat dan menghubungi sanak family nya yang berada di Cipondoh Tangerang untuk menjemput dan membawanya pulang.

Sampai Berita ini di turunkan belum diketahui keberadaan dari penipu dengan modus hipnotis tersebut, namun Team Reaksi Cepat FKMB, langsung mengambil tindakan dan melacak jejak penghipnotis dan memburu nya, karena telah meresahkan masyarakat, ungkap Bastian Chaniago.