Aksi unjuk rasa Aliansi Petani Bawang Merah di Depan Kantor Bupati Bima

Follow Us

Korensponden | Hasyem

PilarNusantara.id – Aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh aksi Aliansi Petani Bawang Merah Kec. Belo Kab Bima yang di pimpin oleh Korlap Sdr Busran, dengan jumlah massa aksi keseluruhan sekitar 100 orang, Kamis 9 Desember 2021

Kondisi kabupaten bima hari ini dalam kondisi tidak baik-baik saja, kondisi tersebut dapat kita lihat atas kondisi seluruh petani di berbagai kecamatan di kabupaten bima mulai dari harga pupuk mahal, harga pestisida,insektisida dan harga komoditas petani yang tidak sesuai harapan masyarakat. Petani kabupaten bima di hantui oleh kerugian dan utang akibat terlalu banyak pengeluaran di bandingkan dengan harga yang di jual.

Sementara pemerintah ini kabupaten bima seolah melepas tanggung jawab dan tidak memberikan solusi kongrit atas kondisi yang di hadapi beberapa bulan terakhir. Pada hal dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 tentang pemerintah daerah sebagaimana Bupati Bima yang bertanggung jawab atas daerahnya, dan Sebagai penanggung jawab seharusnya Bupati Bima memanfaatkan otoritasnya dan memikirkan bagaimana jalan terbaik atas kondisi petani.

Petani adalah penyumbang dan memberikan konstribusi besar bagi kemajuan Kabupaten Bima khususnya dan Nusa tenggara barat pada umumnya dan sekaligus ketahanan pangan Nasional. Tidak dapat di pungkiri seluruh elemen bergantung penuh pada petani. Dengan adanya kondisi tersebut perlu kiranya untuk melawan segala bentuk ketidak pekaan pemerintah maka kami dari “Asosiasi petani bawang merah kecamatan soromandi kabupaten bima meminta kepada pemerintah kabupaten bima agar segera merealisasikan tuntutan kami.

Aksi Unjuk rasa tersebut langsung di tanggapai oleh Wakil Bupati Bima Drs H. Dahlan M. Nor dan memberikan sedikit penjelasan kepada massa aksi Aliansi Petani Bawang Merah dari Kecamatan Belo, soromandi dan sekitarnya.

“Kami mengucapan Terima kasih Untuk aksi unjuk rasa yang cukup damai ini”, ungkap Drs H. Dahlan M. Nor

Dan perlu Kami informasikan, terkait dari tuntutan dari saudara saudara, bahwa kami sudah menyurati pemerintah Pusat agar mengentikan impor bawang merah dan segera menstabilkan harga bawang, dan dari pantauan kami dalam beberapa pekan kemarin, beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Bima yang memproduksi bawang merah sekarang sudah mulai menyuplai bawangnya ke luar daerah karena harga sudah stabil.

Kami sudah melakukan tindakan nyata melakukan tindakan kepada para pengecer yang nakal dan kami akan melakukan operasi bersama TNI Polri apbaila masih ditemukan pengecer yang nakal menyual pupuk di atas HET yang sudah ditentukan pemerimtah”, ungkap Drs H. Dahlan M. Nor

Terkait Pelidungan para petani dalam hal ini kamip pun sedang berupaya keras melakukan pemerataan dan peningkatan taraf hidup parta petani terutama di kabupaten Bima. (Korensponden/Hasyem/PN.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *