Aksi Unjuk Rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Menuntut Perbaikan Pada Sektor Pertanian

Aksi Unjuk Rasa HMI
Follow Us

Korensponden : Hasyem | Editor : Sayyid Daffa

PilarNusantara.id – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STKIP Taman Siswa Bima yang di pimpin oleh Korlap Sdr. Iswandi, dengan jumlah massa aksi 40 orang, aksi tersebut terkait dengan Permasalahan di , senin 13 Desember 2021 Pukul 11.05 Wita bertempat di Kantor Bupati Bima.

Bacaan Lainnya

Dalam Aksinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) STKIP Bima, Menuntut Kejelasan Dinas Pertanian Tentang Pengaloksian Berkualitas Sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). dan Menegakan UU No 28 Tahun 1985 Tentang Perlindungan Hutan, serta Ketahan Bencana Daerah yang selama ini, terabaikan oleh pemerintah daerah, terutama di wilayah kabupaten Bima.

Dengan maraknya berbagai persoalan di kabupaten bima setelah mengkaji dan memutuskan pada rapat harian HMI Komisariat STKIP Taman Siswa Bima. Bahwa gerakan eksparlementer memuat beberapa poin penting, seperti keadaan petani Kabupaten Bima, kondisi lingkungan yang tidak stabil dan kebijakan pemerintah daerah yang tidak pro terhadap kebutuhan rakyat seperti yang diamanatkan dalam UU no 28 tahun 1985 Tentang perlindungan Hutan bahwa pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas hutan di kabupaten Bima.

Sehingga tidak heran sesudah tiba saatnya musim hujam kabupaten bima menjadi bulanan banjir, namun pada kenyataanya pemerintah bertolak belakang dengan perintah UU demikian juga tentang perlindungan dan pemeberdayaan petani yang di atur dalam Undang-undang no 19 Tahun 2013. yang di sahkan oleh presiden ke-6.dan Undang-undang no 13 Tahun 2010 tentang hortikultura yang sudah di marger menjadi undang-undang no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

Maka di anggap penting untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Sebagai pemuda dan mahasiswa yang taat akan perintah Undang undang tentu dalam gerakan eksparlementer ini merupakan bagian dari perintah konstitusi Negara. Maka kewajiban pemerintah daerah mendengar dan menanggapi inisiasi gerakan mahasiswa hari ini, merupakan bentuk ketidakpuasan masyarakat dan pemuda serta mahasiswa dari kinerja pemerintah kabupaten bima selama ini. (hasyem/PilarMedia/PN.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *