Bundo Kanduang dan Budaya Matrilineal Minangkabau

Bundo Kanduang dan Budaya Matrilineal
Foto Illustrasi Bundo Kanduang
Follow Us

Selayang Pandang – Forum Komunikasi Minangkabau Bersatu (FKMB)

Jurnal PilarNusantara | Editor : Ladien

PilarNusantara.id – Berbicara tentang Minangkabau, maka bangsa Indonesia akan dihadapkan pada sejarahnya yang begitu kompleks. Ini disebabkan karena beberapa hal yaitu:

Bacaan Lainnya
  • Adanya perbedaan versi tentang sejarah Minangkabau itu sendiri
  • Masyarakat Minang zaman dulu tidak memiliki budaya tulis-menulis, sehingga kisah tentang Minangkabau selalu diturunkan melalui foktor. Upaya penulisan sejarah Minangkabau dalam bentuk Tambo (Hikayat, Babad) baru dimulai setelah Islam masuk pada kawasan tersebut
  • Berbagai Tambo tentang sejarah Minangkabau yang ditulis menggunakan abjad Arab sebagian besar masih tercampur dengan mitos, sehingga kebenarannya masih dipertanyakan para ahli.

Namun demikian, bukan berarti masyarakat menjadi tutup mata dengan sejarah Minangkabau. Walau bagaimanapun, kawasan Minangkabau memiliki sejarah yang juga penting untuk diketahui, Salah satu nya Budaya Matrilineal.

Budaya Matrilineal adalah identitas penting dari masyarakat Minang. Matrilineal adalah suatu kebudayaan yang menarik garis keturunan (nasab) dari pihak ibu, bukan bapak. Kuatnya budaya matrilineal di daerah tersebut tidak terlepas dari pandangan masyarakatnya tentang kaum perempuan.

Di Minangkabau, kaum perempuan memiliki kedudukan yang istimewa sehingga dijuluki dengan Bundo Kanduang. Di sana, perempuan memainkan peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan keputusan-keputusan yang dibuat oleh kaum laki-laki dalam posisinya sebagai mamak (paman atau saudara dari pihak ibu) atau penghulu (kepala suku).

Keistimewaan dan pengaruh yang besar tersebutlah yang membuat perempuan Minang disimbolkan sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang (pilar utama rumah).

Selain Matrilineal, budaya lain yang menjadi identitas masyarakat Minang adalah Kesenian tari pasambahan, tari piring, silek (silat Minangkabau), Rumah Gadang, dan makanan khasnya yang paling terkenal yaitu rendang dan masakan Padang. Hingga saat ini, makanan khas Minangkabau diyakini masih mendominasi kuliner Nusantara.

Tinggalkan Balasan