Cara Bali United Jaga Diri dari Serangan Badai Covid-19

Bali United sejauh ini tidak terkena badai covid-19.
Follow Us

Jakarta, PilarNusantara.id – Chief Executive Officer (CEO) Bali United Yabes Tanuri membeberkan kiat yang dilakukan tim sehingga terbebas dari serangan badai Covid-19, seperti dialami tim lain.

Serdadu Tridatu, julukan Bali United, menjadi salah satu tim dengan jumlah kasus Covid-19 paling rendah. Saat tim lain kekurangan pemain, Bali United selalu bisa tampil dengan kekuatan terbaiknya.

“Mungkin di kami protokol kesehatannya lebih terjaga. Kami juga ada di tengah-tengah kompetisi melakukan tes secara mandiri, jadi kasusnya di kita lebih sedikit dibanding tim lain,” kata Yabes kepada NYCNews.id.

Bacaan Lainnya

“Kami kan bukan satu-satunya [yang tidak banyak terpapar Covid-19], ada Bhayangkara FC dan Barito Putera yang juga relatif tak banyak kasusnya. Kalau kami pemainnya jarang keluar [jalan-jalan] sepertinya,” ujarnya.

Mengenai analisis yang menyebutkan bahwa pemain klub lain jalan-jalan atau liburan di Bali, yang ujungnya menularkan ke pemain lainnya, Yabes menyebut tak ingin ikut campur urusan klub.

Baginya yang terpenting protokol kesehatan di dalam tim Bali United terjaga dengan baik. Sebagai tuan rumah dari seri keempat Liga 1 2021/2022, Bali United harus bisa menjadi contoh bagi tim lainnya.

“Saya kurang ngerti [kalau pemain tim lain liburan di Bali], tapi kalau kita di tengah-tengah kompetisi ada PCR sendiri, jadi bisa terdeteksi lebih awal. Setiap usai kegiatan, kami tes mandiri pemain,” ujarnya.

Yabes menyatakan, klub ingin kompetisi terus berjalan. Pasalnya, penundaan bisa memberi dampak lebih panjang kepada kompetisi. Namun klub juga harus sadar bahwa protokol kesehatan harus ditaati.

“Kami klub tetap ingin kompetisi dilanjutkan. Jumlah kasus di Jawa bisa dilihat sebenarnya lebih tinggi dari di Bali. Jadi kami pikir Bali masih layak menjadi lokasi seri kelima Liga 1 2021/2022,” kata Yabes.

Tinggalkan Balasan