Demokrat Nganjuk Nyatakan Patuh ke Emil Dardak: Tak Ada Pindah Partai

Para kader Partai Demokrat saat mendengarkan orasi AHY di Surabaya beberapa waktu lampau.
Follow Us

Jurnal Pilar | Demokrat Nganjuk Nyatakan Patuh ke Emil Dardak: Tak Ada Pindah Partai

Surabaya, Pilarnusantara.id – Gejolak di tubuh Demokrat Jawa Timur (Jatim) belum mereda. Sejumlah DPC kini menyatakan solid dan patuh kepada keputusan DPP Demokrat yang memilih Emil Elestianto Dardak untuk memimpin partai itu di Jatim.

Hal itu menyusul pernyataan sejumlah DPC yang kecewa dengan dipilihnya Emil. Sebagian mereka bahkan protes dan bahkan sampai mengancam akan keluar dari Demokrat.

Seorang anggota Fraksi Demokrat di DPRD Nganjuk Upik Kholidah Nurlaila Rohmanningtias mengaku kaget mendengar rumor rencana mundurnya segelintir pengurus Demokrat.

Bacaan Lainnya

Upik memastikan DPC Demokrat Nganjuk hingga saat ini solid dan baik-baik saja. Mereka juga patuh pada keputusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kalau saya pribadi dan teman-teman di partai tidak ada itu pindah-pindah partai. Kami tegak lurus patuh sama pak ketum,” kata Upik, Rabu (6/4).

Senada, Sekretaris DPC partai Demokrat Nganjuk, Endah Sri Murtini menegaskan pihaknya solid dan menerima hasil Musda VI Demokrat Jatim, yang menetapkan Emil sebagai ketua.

“Sejak ditetapkan Mas Emil sebagai ketua DPD, kami tidak ada masalah, tidak ada gejolak, kami baik-baik saja, tidak ada kisruh-kisruh sebagaimana yang beredar,” ucap Endah.

Bagi Endah, penetapan Emil sebagai nahkoda Demokrat Jatim telah melalui sejumlah tahapan, termasuk pertimbangan matang Ketum AHY. Sehingga, hasil itu tidak perlu lagi dipersolkan.

“Kontestasinya sudah selesai, sekarang waktunya kembali bekerja, apalagi sekarang verifikasi parpol,” ucap dia.

Endah juga menyadari, perbedaan pandangan terkait hasil musda merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan hal lain yang lebih penting, yakni soliditas partai menghadapi pemilu 2024.

“Sekarang roda kepemimpinan Demokrat Jatim diserahkan ke Mas Emil, seyogyanya, demi kebesaran nama partai kami perlu menatap masa depan untuk persiapan 2024,” tutupnya.

Namun, Pernyataan Endah soal kondisi DPC Demokrat Nganjuk, ini bertentangan dengan ucapan Ketua DPC Demokrat Nganjuk, M Fauzi Irwana yang mengungkapkan kekecewaannya usai DPP menunjuk Emil sebagai Ketua Demokrat Jatim. Fauzi menyebut, janji DPP soal Musda berjalan demokratis hanya pepesan kosong.

“Tentu kami kecewa, apa yang disampaikan di awal bahwa pemilihan Musda secara demokratis, tapi nyatanya kayak gini. Teman-teman 25 DPC, kami kumpul sangat kecewa dengan keputusan ini,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, DPC-DPC pendukung Bayu Airlangga kecewa mengapa Bayu sampai tak terpilih. Ia tak habis pikir di mana letak kekurangan Menantu Pakde Karwo tersebut. Apalagi, soal jumlah dukungan juga Bayu unggul jauh.

“Kami enggak tahu letak Bayu tidak terpilih di mananya? Mereka mengacu ke PO, kita Musda 20 Januari, 25 DPC lawan 13 DPC itu harusnya jadi pertimbangan utama di Jatim,” ucapnya.

“Kalau soal loyalitas, boleh diadu, Mas Bayu loyal ke AHY. Setiap Mas Bayu turun ke lapangan selalu menyampaikan loyal ke AHY, apalagi saat KLB dulu. Kalau Emil sama Bayu, ya jauh, lebih loyal Mas Bayu,” lanjutnya.

Fauzi menyebut, akibat keputusan ini, Demokrat Jatim pun berpotensi terbelah. Hal itu, menurutnya akibat tidak mampu ya elite partai mendengarkan aspirasi di bawah. Mereka bahkan mengancam mundur dan pindah partai.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi memutuskan memilih Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim.

Emil dipilih memimpin Demokrat Jatim 2022-2027, usai bersaing dengan Bayu Airlangga, yang merupakan menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo), pada Musyawarah Daerah (Musda) beberapa waktu lalu.