IDI Catat 521 Dokter Umum Terpapar Covid di Tengah Gelombang Omicron

Ilustrasi
Follow Us

Jakarta, PilarNusantara.id – Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menyebut baru-baru ini tim mitigasi IDI melaporkan temuan 521 kasus Covid-19 dari golongan dokter residen atau dokter umum yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Zubairi menyebut ratusan nakes itu tersebar di seluruh daerah dengan sebaran paling banyak terjadi di DKI Jakarta. Temuan ratusan dokter residen yang positif Covid-19 ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir atau selama penyebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia.

“Ada 521 dokter PPDS yang terpapar Covid-19. 521 itu 3,8 persen dari 13.631 orang dari total seluruh PPDS. Tentu itu tinggi banget,” kata Zubairi saat dikonfirmasi NYCNews.id, Jumat (11/2).

Bacaan Lainnya

Zubairi mengatakan mayoritas dokter residen tersebut terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG). Belum ada dokter yang dilaporkan harus mendapat penanganan intensif. Namun demikian, Zubairi mengatakan bukan berarti sebaran Omicron dianggap remeh baik oleh dokter maupun masyarakat Indonesia.

Dia tidak ingin kondisi Indonesia akan bernasib sama seperti Inggris. Pada awal tahun, pemerintah Inggris bahkan sempat mengerahkan pasukan ke sejumlah rumah sakit di London imbas banyaknya nakes yang terpapar Covid-19.

“Jadi sekarang ini memang benar terbukti bahwa Omicron tidak main-main, penyebarannya amat cepat. Dan yang memprihatinkan adalah infeksi ada pada nakes, banyak banget,” kata dia.

Lebih lanjut, Zubairi juga menyoroti laporan Kementerian Kesehatan baru-baru ini yang menyebutkan bahwa RS di Jakarta yang paling tinggi positivity rate nakes terpapar Covid-19 adalah RS Ketergantungan Obat di Jakarta Timur dengan 63 persen.

Kemudian diikuti nakes di RSUP Fatmawati 41 persen, RSPI Sulianti Saroso 40 persen, dan RS Jantung Harapan Kita. Sementara di Jawa Barat terdapat RS Paru Rotinsulu dengan positivity rate nakes yang terpapar Covid-19 sebesar 40 persen, serta RSJ Radjiman Lawang di Jawa Timur dengan 50 persen.

Dengan banyaknya dokter maupun tenaga kesehatan lain yang terpapar Covid-19, maka operasional tata laksana penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit bisa sedikit terganggu. Pasalnya, banyak PPDS yang juga tercatat menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di banyak rumah sakit Indonesia.

“Berarti dampaknya cukup besar untuk kemampuan rumah sakit, untuk tatalaksana pasien Covid-19. Itu saya alami juga kemarin pagi, waktu ingin merujuk pasien serangan jantung, namun dengan Covid-19 positif, dan di salah satu RS terbesar di Indonesia juga sedang kekurangan kapasitas perawatan akibat banyak dokter yang terinfeksi,” ujar Zubairi.

Kondisi naiknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 juga terjadi dalam lingkungan perawat. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan setidaknya sebanyak 160 perawat di Indonesia terpapar Covid-19 selama periode 1 Januari-11 Februari 2022. Jumlah itu bertambah 25 orang dibandingkan laporan data per 10 Februari.

Ketua Umum PPNI Harif Fadilah menambahkan ratusan nakes yang terpapar Covid-19 selama masa penyebaran varian Omicron di Indonesia ini mayoritas bergejala ringan dan OTG. Sehingga mereka terpantau menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Tinggalkan Balasan