Informasi Baru Angela Dibunuh Oleh Ecky Pada 2019 Tetapi Tidak langsung Dimutilasi, Terungkap.

Follow Us

Jurnal Pilar | Muhammad Syafei

Jakarta, Pilarnusantara.id – Informasi baru terkait kasus mutilasi yang melibatkan M Ecky Listiantho (34) dan Angela Hindriati Wahyuningsih berhasil diungkap penyidik ​​Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (54).

Di rumah kontrakan di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Ecky menyimpan potongan tubuh korban. Ecky juga pernah ditahan di sini di masa lalu.

Bacaan Lainnya

Ecky diperiksa penyidik ​​Subdirektorat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya hingga detail baru dari kasus mutilasi ini terungkap satu per satu.

Dibunuh pada 2019 Ecky membunuh korban pada 2019, bukan November 2021 seperti yang diberitakan semula, menurut Tommy Haryono, Kepala Satuan (Kanit) IV Subdirektorat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol.

Pada Selasa, 24 Januari 2023, Tommy  “Betul (tewas pada 2019).”

Tommy mengungkapkan, jenazah Angela tidak langsung dipotong-potong setelah dibunuh.

Tommy tidak bisa menentukan berapa banyak waktu yang berlalu antara pembunuhan Angela dan mutilasi.

Ada jeda, lanjut Tommy.

Tommy mengklaim, saat Ecky dan kerabat Angela diinterogasi polisi, mereka memberikan informasi yang memungkinkan penentuan waktu kematian Angela.

Tommy belum bisa mengidentifikasi tempat pembunuhan Angela.

Keterangan Ecky, keterangan perbankan Angela, dan keterangan keluarga korban semuanya menjadi bukti bahwa pembunuhan itu terjadi pada waktu yang ditentukan, menurut Tommy.

daging dan rambut korban masih ada.

Jenazah Angela ditemukan dalam reruntuhan pada akhir 2022 sejak dia dibunuh beberapa waktu sebelumnya.

Meski demikian, masih ada beberapa bagian anatomi yang memungkinkan polisi melakukan prosedur identifikasi.

Daging dan bulunya masih ada, tapi kondisinya sudah dimutilasi,” kata Tommy.

Tommy menjelaskan cara mengidentifikasi tubuh Angela yang ditemukan dengan sebagian daging dan rambutnya masih menempel.

Tommy mengatakan tes DNA akan memungkinkan detektif dan dokter forensik mengidentifikasi tubuh Angela.

Anak itu dan Angela berbagi DNA yang sama. Untuk mengumpulkan sampel tulang, polisi sebelumnya telah menggali kuburan anak Angela.

Tommy berkomentar, “Menurut hasil tes, DNA tersebut cocok dengan keluarga Angela dan anak almarhum Angela.”

Pemeriksaan Polda Metro Jaya hingga saat ini masih berlangsung.

Saksi utama kasus mutilasi yang dilakukan Ecky terhadap Angela sudah diperiksa petugas Polda Metro Jaya.

Saksi utama akan dimintai keterangan untuk mendalami penjualan apartemen Angela di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Saksi yang krusial adalah saksi di ruang sidang. Terkait permohonan pengalihan hak atas rumah susun tersebut, pengadilan telah memberikan putusannya,” kata Tommy.

Ecky membunuh dan memotong-motong Angela sebelum membungkus tubuhnya dengan plastik hitam dan memasukkannya ke dalam dua karton.

Ecky mencari secara online peralatan yang dapat digunakan untuk memotong benda keras sebelum memotong-motong Angela.

Tommy menambahkan, “Dia berkonsentrasi pada gergaji listrik karena mudah dioperasikan, yang harus Anda lakukan hanyalah memegangnya di tangan Anda dan menyalakannya untuk memotong kayu, benda keras.”

Agar jenazah korban lebih mudah dibawa, Ecky memilih membaginya menjadi tujuh bagian.

Tommy menjelaskan, “Pelaku memilih untuk memutilasi tubuh korban agar muat di dalam kotak kontainer.

Sebuah rumah kontrakan di Desa Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berisi jenazah Angela yang sudah dimutilasi, hilang sejak 2019 dan sempat dilaporkan sebelumnya.

Saat aparat mencari Ecky yang dilaporkan hilang oleh istrinya sejak 23 Desember 2022, mereka menemukan jenazah Angela.

Polisi menemukan tubuh wanita yang terpotong-potong saat melacak keberadaan Ecky. Dua kotak penyimpanan di kamar mandi berisi bagian tubuh Angela.

Ecky kemudian langsung ditahan.

Ecky dituduh membunuh Angela karena kekasihnya bersikeras ingin menikah dan mengancam akan memberi tahu istri Ecky tentang hubungan mereka.

Ecky membunuh Angela, memotong-motong tubuhnya, dan kemudian menyimpan potongan tubuh itu di kamar sewaannya.

Ecky menggunakan bubuk kopi dan bahan kimia untuk menutupi bau badan Angela.

Ecky baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Angela oleh Polda Metro Jaya. Tersangka didakwa melanggar Pasal 340, 338, dan 339 KUHP.