Jokowi Membahas Penyuluhan Terkait Kasus Ibu Yang Memberi Bayinya Kopi Susu.

Follow Us

Jurnal Pilar | Muhammad Syafei

Jakarta, pilarnusantara.id – Presiden Joko Widodo dihebohkan dengan ibu yang memberikan kopi susu instan kepada bayinya. Jokowi menekankan pentingnya melibatkan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pada Rabu, Jokowi mengatakan semua pihak yang terlibat dalam kasus pemberian kopi susu kepada bayi harus berhati-hati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan BKKBN di Jakarta. Seluruh masyarakat perlu mendapatkan penyuluhan mengenai tata cara perawatan bayi yang tepat.

Bacaan Lainnya

“Jaga ini. Jadi, yang namanya penyuluhan itu penting sekali lagi. Karena mengandung susu, kata ibunya, kopi susu sachet ini bermanfaat. Pada Rakernas Strategi Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, serta Program Percepatan Penanggulangan Stunting, Jokowi mengimbau peserta untuk berhati-hati.

Menurut Jokowi, organ dalam bayi, termasuk ginjal dan jantungnya, belum dalam kondisi baik. Akibatnya, kopi susu sebaiknya tidak diberikan pada bayi.

Aparat kepolisian yang menanggapi sang ibu memberikan kopi dan susu juga disebut-sebut oleh Presiden. Presiden Jokowi mengatakan, seharusnya BKKBN dan kader Posyandu mengunjungi ibu terlebih dahulu untuk memberikan penyuluhan.

“Namun, orang yang tepat seharusnya adalah kader Posyandu dan kader BKKBN yang menjenguk. Kapolri cepat tanggap, sehingga bisa jadi datang lebih dulu dari kader, menurut Presiden Jokowi.

Sebuah video bayi yang baru lahir menyeruput kopi susu baru-baru ini viral di media sosial. Menurut orang dewasa yang menyediakan kopi susu dalam video tersebut, lebih disukai susu kental manis. Orang dewasa mengklaim bahwa meskipun susu kental manis sebenarnya tidak termasuk susu, kopi susu termasuk. (semut/chm)