Kecelakaan Marquez di MotoGP Mandalika Dianggap Mukjizat

Marc Marquez mengalami kecelakaan hebat di pemanasan MotoGP Mandalika 2022.
Follow Us

Jurnal Pilar | Kecelakaan Marquez di MotoGP Mandalika Dianggap Mukjizat

Jakarta, Pilarnusantara.id – Insiden kecelakaan hebat yang dialami Marc Marquez di pemanasan MotoGP Mandalika 2022 dianggap pengamat MotoGP dan manajer Enea Bastianini, Carlo Pernat, sebagai insiden tak masuk akal.

Pernat mengaku bingung Marquez bisa lolos dari luka atau cedera hebat setelah mengalami kecelakaan. Pria asal Italia itu juga memuji keputusan Repsol Honda dan tim medis MotoGP yang tidak mengizinkan Marquez tampil di MotoGP Mandalika 2022.

“Banyak yang berharap Honda meraih hasil bagus, tapi Pol Espargaro tidak bersinar, tapi lebih buruk adalah kecelakaan yang dialami Marc Marquez dengan kecelakaan highside yang gila,” ujar Pernat dikutip dari GP One.

Bacaan Lainnya

“Saya masih tidak mengerti bagaimana Marquez bisa lolos tanpa terluka setelah mengalami kecelakaan hebat seperti itu. Keputusan untuk tidak mengizinkan Marquez balapan sudah tepat, jelas Honda mengalami sejumlah isu saat ini,” ucap Pernat.

Meski lolos dari luka serius, Marquez mengabarkan kembali mengalami diplopia atau masalah penglihatan, penyakit yang juga dialami juara dunia MotoGP enam kali itu pada akhir 2021.

Pernat yakin Marquez akan kembali membalap di MotoGP. Namun mantan manajer Valentino Rossi itu menganggap Marquez tidak akan kembali ke kemampuan terbaik seperti saat mendominasi MotoGP.

“Marquez berusaha keras untuk kembali ke kejayaan sebelumnya, tapi situasinya saat ini tidak memungkinkan. Dia sedang tidak dalam kondisi top, baik secara fisik dan mental, dan sepeda motor Honda masih dalam pengembangan,” ujar Pernat.

“Jelas ini momen yang sangat sulit bagi Marquez, tapi saya yakin dia akan kembali, tapi tidak akan kembali seperti penampilannya di masa lalu,” kata Pernat.

Terkait hasil MotoGP Mandalika 2022, Pernat memuji performa KTM yang meraih kemenangan lewat Miguel Oliveira dan Brad Binder yang finis kedua di MotoGP Qatar.

“Sebuah balapan MotoGP yang tidak pernah terjadi sebelumnya di kondisi hujan turun begitu deras. Balapan sendiri merupakan kondisi yang sulit. Tentunya MotoGP Mandalika memberi kita hasil yang tidak diprediksi sebelumnya,” ucap Pernat.

“Kami berpikir KTM sudah tidak bisa kuat lagi. Tapi mereka finis kedua di Qatar dan pertama di Mandalika dengan dua pembalap berbeda. Oliveira tampil luar biasa, dia melakukan start luar biasa dan mampu mempertahankan posisi hingga finis,” ujar Pernat.