Kemenkes Klaim Pasien Gagal Ginjal Akut Tak Bertambah 2 Pekan Terakhir

Ilustrasi gagal ginjal akut. (iStockphoto)
Follow Us

Jurnal Pilar | Ibnu Sayyid Daffa

Jakarta, Pilarnusantara.id – Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengklaim tidak ada penambahan jumlah pasien yang terjangkit gangguan ginjal akut Progresif Atipikal (GGAPA) selama dua pekan terakhir.

Syahril menyebut hingga saat ini, jumlah kasus gagal ginjal akut sebanyak 324 kasus dari 27 provinsi yang ada di Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kita sangat bersyukur bahwa sejak dua minggu yang lalu sampai sekarang tidak ada lagi penambahan kasus,” kata Syahril dalam diskusi daring, Kamis (24/11).

Syahril mengungkapkan sebanyak 11 orang di antaranya masih dirawat. Namun demikian, jumlah itu juga mengalami penurunan dari sebelumnya, yakni 14 orang.

Menurutnya, pencapaian itu didapat dari hasil kerja keras bersama. Selain itu, kesembuhan juga didorong oleh konsumsi obat antidotum dengan merek Fomepizole.

“Ini merupakan upaya bersama dimana angka penambahan tidak ada dan tidak ada angka kematian lagi. Yang ada hanya kesembuhan,” ucap dia.

“Selanjutnya kita berharap yang masih dirawat, terutama di RS Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dapat pulih dan sembuh kembali setelah diberikan obat penawar,” imbuhnya.

Diketahui, gagal ginjal akut menjangkit ratusan anak di Indonesia. Kemenkes dan BPOM menduga obat sirop dan memiliki cemaran Etilen Glikol (EG) serta Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas menjadi penyebabnya.

Kemenkes pun meminta 53 industri farmasi untuk melakukan pengujian ulang terhadap 245 produk obat sirop.

Penyampaian data hasil uji mandiri itu diwajibkan dikirimkan kepada Kemenkes dengan tenggat waktu paling akhir Senin (21/11) kemarin.

Ketentuan itu tertuang melalui SE Nomor FP.01.01/E/21487/2022 yang diteken oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia, dan ditujukan kepada Ketua Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia pada 17 November 2022.