Komnas HAM Sempat Kontak Ganjar Minta Tunda Pengkuran Lahan di Wadas

Ganjar Pranowo dikecam soal kebijakan untuk Desa Wadas.
Follow Us

Jakarta, PilarNusantara.id – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Beka Ulung Hapsara mengaku pihaknya sempat mengontak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menunda proses pengukuran

lahan warga Desa Wadas untuk tambang batu Andesit pada 8 Februari lalu.
Kata Beka, dirinya menerima informasi soal rencana pengukuran tersebut satu hari sebelumnya atau pada 7 Februari.

“Paginya tanggal 8 saya kontak pak Gubernur minta penundaan pengukuran, juga kontak beberapa pejabat Pemprov dan staf Komnas juga kontak polisi, Kapolres Purworejo untuk menunda pengukuran tapi pengukuran terus terjadi sampai adanya kekerasan dan juga penangkapan warga,” kata Beka dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (13/2).

Bacaan Lainnya

Malam harinya, Beka mengaku kembali melakukan komunikasi dengan Ganjar. Dalam komunikasi itu, Beka menyampaikan permintaan agar para warga yang ditangkap oleh aparat kepolisian segera dibebaskan pada malam hari itu juga.

“Gubernur telepon, saya saran harus dilepaskan malam ini tapi akhirnya besok pelepasan kawan-kawan,” ucap Beka.

Beka mengungkapkan bahwa peristiwa tanggal 8 Februari itu merupakan upaya pengukuran yang kedua. Upaya pertama, diketahui terjadi pada 17 Januari, namun berhasil ditunda.

Saat itu, kata Beka, dirinya mendapat informasi lewat Whastapp bahwa akan dilakukan proses pengukuran lahan warga.

“Saya koordinasi dengan berbagai pihak dari Pemprov, pengukuran kemudian ditunda karena situasinya tidak memungkinkan,” ucap Beka.

Sebagai informasi, aparat bersenjata lengkap dikerahkan ke Desa Wadas untuk mengawal pengukuran kawasan tambang Andesit untuk kebutuhan bendungan Bener, sejak Selasa (8/2) hingga Jumat (11/2) lalu.

Puluhan warga Wadas pun sempat ditangkap aparat, beberapa di antaranya merupakan anak-anak dan orang lanjut usia. Namun, mereka akhirnya dilepaskan dan kembali ke rumah masing-masing.

Sejauh ini, temuan sementara dari Komnas HAM menyatakan ada kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah saat melakukan pengamanan pengukuran lahan warga untuk tambang batu Andesit pada 8 Februari lalu.

“Menemukan fakta adanya kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian dalam pengamanan pengukuran lahan warga yang sudah setuju,” kata Beka dalam keterangan resminya, Minggu (13/2).

Tinggalkan Balasan