Marak Hepatitis Misterius, KPAI Minta PTM Tidak 100 Persen

Sekolah PTM 100 Persen Pascalibur Lebaran di Jakarta
Follow Us

Jurnal Pilar | Marak Hepatitis Misterius, KPAI Minta PTM Tidak 100 Persen

Jakarta, Pilarnusantara.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan dan evaluasi Pelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk dilakukan agar dapat mencegah penularan kasus hepatitis akut misterius.

“Jangan 100 persen lagi agar dapat melihat perkembangan kasus misterius ini dan sebagai bentuk pencegahan,” kata┬áKomisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulis, Kamis (11/5).

Ia juga menyoroti aturan Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri yang mengizinkan membuka kembali kantin sekolah dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, aturan yang tertuang dalam SKB 4 Menteri yang diteken oleh Mendikbudristek, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri itu perlu dievaluasi kembali mengingat virus hepatitis akut misterius yang menyasar anak-anak menular melalui saluran pencernaan dan saluran pernafasan.

“Surat Edaran Sekjen Kemendikbudristek terkait penyelenggaraan PTM, di antaranya sudah boleh membuka kantin di sekolah dengan batasan pengunjung 75 persen. Hal ini penting dievaluasi kembali karena penularan hepatitis akut melalui saluran pencernaan dan saluran pernafasan,” ujar Retno.

Melihat kondisi ini, Retno mengimbau kepada para orangtua agar membekali anak-anak ke sekolah dengan makanan dan minuman dari rumah yang sudah pasti terjamin kebersihannya.

“Jangan jajan atau beli sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Retno menuturkan untuk mencegah penularan dari saluran pencernaan, maka sekolah harus memberikan himbauan kepada warga sekolah dan orangtua untuk menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi matang, tidak menggunakan alat makan bersama orang lain.

“Serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,” tuturnya.

Kemudian untuk mencegah penularan hepatitis akut misterius melalui saluran pernapasan, Retno menegaskan, warga sekolah dan orangtua harus selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.