Ma’ruf Amin Yakin Ekonomi RI Kebal Resesi: Banyak Wali Doa dan Wirid

Wapres Ma'ruf Amin singgung doa Wali hadapi resesi ekonomi di Indonesia. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Follow Us

Jurnal Pilar | Ibnu Sayyid Daffa

Jakarta, Pilarnusantara.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai kondisi perekonomian Indonesia tak jatuh seperti negara-negara lain salah satu faktornya karena banyak wali atau alim ulama yang kerap berdoa dan wirid.

Ma’ruf mengatakan hal itu membuat jalan pemerintah dimudahkan oleh Allah SWT dalam membuat kebijakan yang tepat bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ah Indonesia kok heran, yang lain pada jatuh, kok Indonesia? Di Indonesia banyak walinya, Insya Allah banyak doanya, banyak wiridnya, di sini banyak, sehingga oleh Allah diberikan langkah-langkah yang tepat,” kata Ma’ruf dalam pidatonya di Peringatan Maulid ke-18 Pondok Pesantren Al-Jauhari Garut yang disiarkan di kanal YouTube Wakil Presiden RI, Kamis (24/11).

Ma’ruf menjelaskan banyak negara-negara di dunia kondisi ekonominya alami resesi dan berguguran. Ia mencontohkan lonjakan inflasi di negara lain berada di angka rentang 7 hingga 15 persen saat ini.

Namun, Ia bersyukur Indonesia tak mengalami resesi sampai saat ini. Bahkan, angka ekonomi Indonesia tumbuh hingga di atas 5 persen. Sementara angka inflasi Indonesia diklaim tergolong masih terkendali di sekitar angka 5 persen.

“Alhamdulillah melalui usaha yang kuat, melalui pemilihan dan langkah yang tepat sekarang, tentu saja dengan pertolongan Allah, Indonesia tak termasuk yang terkena resesi itu,” kata dia.

Tak hanya itu, Ma’ruf juga bersyukur Indonesia bisa menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) dua tahun belakangan ini dengan baik. Di sisi lain, Ia menyinggung banyak negara-negara lain yang ekonominya hancur imbas pandemi.

“Kata Rasulullah, istainbillah minta tolong kepada Allah, tapi jangan hanya minta, tapi juga jangan lemah. Dua hal ini kita lakukan, minta tolong ke Allah, jangan lemah. Ini pedoman kita umat Islam dalam hadapi krisis dan kesulitan, ini sebagai pedoman dalam kita berjuang dan bergerak,” kata dia.