Orang tua korban gagal ginjal akut menanyakan status wabah sebelum pertemuan

Follow Us

 Jurnal Pilarnusantara | Daniel Ifna Pratama 

Jakarta, pilarnusantara.id – ibu dari seorang anak yang meninggal karena penyakit ginjal akut progresif atipikal (GGAPA), mengajukan petisi kepada pihak berwenang untuk mengklasifikasikan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Bacaan Lainnya

Sebelum sidang pertama gugatan class action kasus gagal ginjal akut pada anak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (17/1), permintaan itu dia sampaikan.

Safitri Pemkab Jakpus menyatakan, “Dengan meningkatnya status wabah ini, akan memudahkan mereka untuk mendapatkan terapi pengobatan yang selama ini masih mengikuti standar biasa yaitu masih bolak-balik mengurus rumah sakit. ini, tidak ada keringanan, banyak yang tidak ditanggung, dan masih banyak yang harus kita belanjakan sendiri.”

Menurutnya, tingkat keparahan wabah akan mempengaruhi bagaimana gagal ginjal akut dikelola dan diobati, serta bagaimana pembayarannya dan bagaimana kemudahan tambahan diberikan. Ada pemerintah yang lebih bertanggung jawab.

“Kami dengan tulus percaya bahwa peningkatan membutuhkan tindakan nyata. Ini bukan hanya untuk anak-anak; itu hanya kebetulan bahwa anak-anak adalah korbannya. Ini bukan karena anak-anak memiliki sistem kekebalan yang lemah atau karena mereka pernah menderita penyakit sebelumnya; itu karena anak-anak kita Yang menjadi korban adalah yang kurang beruntung yang mengkonsumsi racun ini, bukan anak yang sehat,” lanjutnya.

Menurut Safitri, kejadian gagal ginjal akut yang memakan ratusan korban jiwa harus segera disikapi oleh pemerintah. Dia menyatakan bahwa dengan mengajukan tindakan ini, pemerintah akan ‘dipaksa’ untuk menanggapi situasi secara cepat dan efektif.