Pakar: Polarisasi Politik Mereda Usai Jokowi Tinjau Sirkuit Formula E

Kebersamaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) yang akan digunakan untuk ajang balapan Formula E di Ancol, Jakarta, Senin (25/4) dinilai meredamkan polarisasi politik di masyarakat.
Follow Us

Jurnal Pilar | Pakar: Polarisasi Politik Mereda Usai Jokowi Tinjau Sirkuit Formula E

Jakarta, Pilarnusantara.id – Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) yang akan digunakan untuk ajang balapan Formula E di Ancol, Jakarta, Senin (25/4) dinilai meredamkan polarisasi politik di masyarakat. Dalam kunjungan kemarin, Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan, Anies terlihat menyopiri Jokowi menggunakan mobil buggy golf di Sirkuit Formula E. Usai kunjungan tersebut, Anies pun mengucapkan terima kasih ke Jokowi.

“Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo sudah menyempatkan hadir ke Sirkuit Formula E di Ancol siang ini,” kata Anies lewat keterangan tertulis, Senin.

Bacaan Lainnya

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, berpendapat, pertemuan kedua figur ini merupakan sikap legawa para elite politik untuk meredam polarisasi yang terjadi di masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

“(Pertemuan) Ini salah satu solusi, bagaimana elite-elite politik rela mengalah dan kemudian menunjukkan contoh bahwa sebenarnya mereka juga bersatu, enggak terpecah, sehingga yang di bawah ikut bersatu,” ujar Kunto saat dihubungi, Selasa (26/4).

Selain itu, menurut Kunto, kehadiran Jokowi memberikan dukungan tegas kepada Anies soal gelaran Formula E di Jakarta pada Juni mendatang. Ia mengatakan, Jokowi memang sejak awal tidak pernah menolak atau menentang rencana gelaran Formula E.

“Pak Jokowi dari awal juga tidak pernah menentang Formula E dan tidak pernah menghalangi kegiatan Formula E kan. Jadi, ketika Pak Jokowi mendukung, ya ini lebih eksplisit aja dukungannya,” katanya.

Dukungan ini pun dinilai Kunto menunjukkan adanya perbedaan sikap PDIP di tingkat pusat dan daerah.

Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta mengkritik gelaran Formula E dan menginisiasi hak interpelasi bersama PSI. Namun, Jokowi yang merupakan kader PDIP justru menunjukkan sikap lain.

“Memang ada ketidaksinambungan antara kebijakan pusat partai dengan partai di daerah. Apalagi Jokowi juga terlihat agak dettach, agak sedikit terpisah dari PDIP,” ucapnya.

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Jati, pun mengatakan, momen Jokowi dan Anies di Sirkuit Formula E menunjukkan rekonsiliasi politik antar kedua tokoh yang selama ini menjadi sumber polarisasi.

Selain itu, momen tersebut juga dapat dilihat sebagai bentuk akomodasi politik Jokowi yang menginginkan ajang gelaran Formula E sebagai peninggalan bersama Anies.

“Akomodasi politik bahwa Jokowi berupaya untuk merangkul kembali Anies untuk bisa menghadirkan ajang balapan Formula E itu sebagai legacy bersama,” kata Wasis.

Lewat kehadirannya itu, menurut Wasis, Jokowi juga mengajak Anies agar bisa menyukseskan berbagai program kerja pemerintah di masa mendatang. Wasis pun memprediksi Fraksi PDIP di DPRD DKI bakal mengubah sikap karena tak mau merusak harmoni yang dibangun Jokowi.

“Saya pikir tensi politik Fraksi PDIP terhadap Anies Baswedan di DPRD DKI akan menurun seiring dengan kunjungan Jokowi. Mereka tentu tidak mau menciderai harmoni yang sedang dibangun Presiden terhadap mereka yang dianggap berseberangan,” ujar dia.