Pengacara Klaim Mario Ingin Minta Maaf ke David yang Babak Belur

Mario Dandy merupakan anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo. (Foto: Arsip Istimewa)
Follow Us

Jurnal Pilar | Ibnu Sayyid Daffa

Jakarta, Pilarnusantara.id РKuasa hukum Mario Dendy Satrio, Dolfie Rompas mengatakan kliennya ingin meminta maaf kepada Cristalino David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy yang merupakan anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo.

Pernyataan itu terungkap saat Dolfie mendampingi Mario menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (25/2).

Bacaan Lainnya

“Ya, dia sangat ingin menyampaikan maaf ya karena mungkin dia sadari hal itu,” kata Dolfie.

Namun, Mario tak bisa menyampaikan maaf itu secara langsung karena terhalang proses hukum yang tengah dijalani.

“Tetapi kan tidak bisa, karena beliau sedang dalam proses hukum ya kan. Dan David juga masih di rumah sakit,” ujar Dolfie lagi.

Mario menjadi sorotan publik usai video berisi tindakan penganiayaan terhadap terhadap David beredar di media sosial.

Aksi kekerasan itu terjadi di sebuah perumahan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (20/2), sekitar pukul 20.30 WIB.

Polisi kemudian menetapkan Mario sebagai tersangka dan menahan dia. Ia dijerat dengan pasal 76c juncto pasal 80 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP.

Tak hanya Mario, polisi juga menetapkan rekan dia, Shane Lukas Routa Pangondian Lumbantoruan (SLPR) dan menahannya. Ia dijerat pasal Pasal 76c juncto Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider.

Shane disebut berperan mengiyakan ajakan Mario untuk menemaninya dengan tujuan akan memukuli korban. Saat peristiwa terjadi, Shane juga disebut justru membiarkan terjadinya aksi kekerasan dan tidak berupaya mencegah.

Polisi bahkan mengatakan Shane sempat membisikkan kata-kata kepada Mario yang memintanya untuk menghajar korban dan merekam peristiwa itu menggunakan handphone milik Mario.

Usai video viral, publik juga menyoroti sosok ayah Mario, Rafael Alun Trisambodo, yang ternyata merupakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Setelah kasus anaknya terkuak, Menteri Keuangan IndonesiaSri Mulyani mencopot Rafael dari jabatannya berdasarkan Pasal 31 ayat 1 PP 94 Tahun 2021 mengenai Disiplin Pegawai Negeri Sipil.