Potongan Tubuh Korban Ledakan Blitar Diteliti Labfor

Tim loboratorium dan Forensik (LABFOR) Polda Jatim melakukan penyelidikan penyebab ledakan di Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok, Blitar, Jawa Timur, Senin (20/2/2023). (ANTARA FOTO/IRFAN ANSHORI)
Follow Us

Jurnal Pilar | Ibnu Sayyid Daffa

Surabaya, Pilarnusantara.id – Potongan tubuh korban ledakan di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok,┬áKabupaten Blitar, Jawa Timur, terpisah menjadi 20 bagian.

Hal itu diungkap Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo. Ia menyebut 20 potongan itu terdiri dari tulang, daging, dan organ tubuh lainnya.

Bacaan Lainnya

“Kami membawa 20 potongan tubuh manusia. Ada tulang, ada daging, ada rambut, dan yang lain,” kata Sodiq, di Surabaya, Selasa (21/2).

Sebanyak 20 potong bagian tubuh itu kemudian diteliti dan didalami pihaknya, dibantu Tim Biddokes Polda Jatim dan rumah sakit setempat.

“Kemudian, Tim DNA membantu Tim DVI Biddokkes Polda Jatim yang didukung oleh RS Bhayangkara Kediri dan RSUD Srengat,” ujarnya.

Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo saat diwawancara di Surabaya, Selasa (21/2).
Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Sodiq Pratomo saat diwawancara di Surabaya, Selasa (21/2). (CNNIndonesia/Farid)

Bagian tubuh itu kemudian dicocokkan dengan sampel darah milik keluarga korban dan hasilnya, tiga jenazah yang di antaranya bisa diidentifikasi.

“Ditambah dua darah dari keluarga korban yang untuk menentukan siapa korban satunya. Karena di antaranya 4 meninggal dunia di TKP, 3 sudah bisa diidentifikasi, tinggal 1 yang belum diidentifikasi,” katanya.

Sementara untuk satu jenazah yang belum teridentifikasi, kata Sodiq, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan pencocokan DNA.

“Untuk proses lebih lanjut, berkaitan dengan DNA, karena jumlah BB-nya (Barang Bukti) lumayan banyak, dan banyak tulangnya. Kita mungkin butuh waktu yang lebih,” kata Sodiq.

Sebelumnya diberitakan, ledakan hebat diduga akibat petasan, terjadi di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, pukul 22.30 WIB, Minggu (19/2) malam.

Empat orang dinyatakan meninggal. Mereka yakni Darman (65), Arifin (30), Deni Widodo (26) dan Betrisa Neswa Roszi (16). Sedangkan sekitar 23 orang lainnya mengalami luka-luka.

Akibat ledakan itu, setidaknya sebanyak 26 rumah yang berada di radius 100-150 meter dari pusat ledakan mengalami kerusakan. Meliputi rusak parah, sedang hingga ringan.