Risma di Demo Saat Kunjungan Kerja di Lombok

Share, Like, And Comment

Jurnal PilarNusantara | N. Julians

“Saya juga dengar, saya ke sini akan didemo. Tapi saya tidak takut, karena ini tugas saya. Kalaupun saya harus mati di sini, saya ikhlas,” kata Risma

Jakarta, PilarNusantara.id – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini didemo oleh sejumlah petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (13/10). Alih-alih kabur atau menghindari kerumunan massa itu, Risma justru menceramahi mereka.

Tri Rismaharini mengaku sudah tahu sedari awal bahwa dirinya akan didemo oleh petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tapi Risma tetap datang karena dirinya tak takut menghadapi demonstrasi.

Hal itu tampak dalam video yang diunggah akun YouTube resmi Dirjen Linjamsos, yakni Linjamsos Oke. Video itu berjudul ‘Mensos Risma Didemo di Lombok Timur, Ini Katanya Kepada Pendamping PKH.

Dalam video berdurasi 16 menit itu, tampak belasan orang mengerubungi Risma di ruang terbuka. Adapun, Risma berdiri di sebuah tempat yang sedikit tinggi, layaknya sebuah mimbar.

Sebenarnya, belum diketahui secara jelas apa tuntutan para petugas pendamping PKH itu. Hanya saja, Risma sempat menyinggung soal gaji pendamping.

“Kalau teman-teman ini nggak mau, ‘buk gajinya kurang’, wong aturannya segitu,” kata Risma kepada pendemonya.

“Saya juga nggak bisa minta lebih, tapi ini kan nggak bisa kita memilih. Kalau bisa memilih kita bisa keluar, saya juga bisa keluar,” imbuhnya.

Risma lantas meminta para petugas itu untuk bekerja ikhlas dan amanah dalam membantu masyarakat miskin. Jika bekerja dengan ikhlas, kata Risma, akan ada saja rezeki yang datang.

“Bahkan mungkin bakal lebih banyak dibandingkan yang diterima kalian (gaji). Tapi kita memang harus ikhlas karena ini membantu, (sesuatu) yang diamanatkan oleh Allah,” kata Risma yang tampak mengenakan kerudung warna merah itu

“Jadi ulama, bu, sekali-sekali,” teriak seseorang dari tengah kerumunan itu. Penjelasan Risma ini juga beberapa kali disambut dengan kalimat takbir oleh para pendemonya.

Menurut Risma, pekerjaan para pendamping PKH adalah sebuah tugas yang mulia karena membantu orang miskin. Selain mulia, mereka juga mendapatkan gaji dari negara.

“Tapi kalau kita meleng dikit, ya masuk neraka duluan. Dan neraka itu jahanam yang paling bawah. Paham ndak. Karena itu orang-orang yang dititipkan Allah kepada kita. Jadi karena itu, ayo lakukan tugasmu dengan baik,” papar Risma.

Risma juga meminta para petugas pendamping itu agar tak selalu “melihat ke atas”, tapi juga harus melihat “yang di bawah”. Contoh terdekat yang di bawah, kata dia, adalah orang-orang penerima bansos PKH. Mereka hidup dalam kondisi yang serba kekurangan.

“Jadi tolong jangan lihat ke atas terus, nanti jatuh kamu terperosok jungkir balik …. Ikhlaslah. Kalau kita ikhlas, Insya Allah tuhan akan balas. Ndak usah takut,” kata politisi PDIP ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *