Ritual Adat Bakal Warnai Kegiatan Kemah Jokowi di IKN Nusantara

Sejumlah mobil melintas di jalan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (6/2/2022).
Follow Us

Jurnal NYCNews | Kegiatan Kemah Jokowi di IKN Nusantara

Samarinda, Pilarnusantara.id – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan saat kemah bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) nanti akan ada ritual adat untuk menyambut pembangunan di IKN Nusantara.

Dalam acara itu pula Presiden Jokowi akan memberikan arahan kepada gubernur se-Indonesia di wilayah IKN yang saat ini masih wilayah administrasi Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut.

“Para gubernur akan membawa satu liter air yang berasal dari daerah masing-masing,” ungkap Isran dalam keterangan pers yang diterima Pilarnusantara.id pada Jumat (11/3).

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang dihimpun, air tersebut akan dipakai dalam ritual adat di IKN nanti. Prosesi tersebut diyakini mengandung makna filosofis agar selalu mengingat asal-muasal nenek moyang dan mempertahankan kearifan leluhur yang sudah ada.

“Dari Kaltim kami memilih air dari tanah Kutai Lama,” ungkap Kepala Biro Adpim Setprov Kalimantan Timur Ivan Syafranudin yang dikonfirmasi terpisah.

Pengambilan air di Kutai Lama juga punya alasan tersendiri. Dalam catatan sejarah Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Lama merupakan pusat Kerajaan Kukar mula-mula selama 4 abad. Terhitung sejak tahun 1300 sebelum berpindah ke Jembayan dan terakhir di Tenggarong.

“Kutai Lama merupakan tonggak awal berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara yang didirikan oleh Batara Agung Dewa Sakti pada sekitar Abad ke-14,” imbuhnya.

Untuk melancarkan rencana pengambilan air dan tanah di Kutai Lama ini, Ivan menuturkan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kukar agar segera berkomunikasi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara, camat serta kepala Desa Kutai Lama.

“Biasanya untuk mengambil air ini dilengkapi dengan beras wija kuning, wijen hitam yang dicampur dupa, air tepong tawar dan lain-lain. Namun untuk giat IKN bisa disederhanakan tapi mengurangi maknanya,” katanya.