Sinar Surya, Sate Padang dengan Aroma Limau

Follow Us

Jurnal Pilar | Kuliner Nusantara

Kota Tangerang, PilarNsantara.id – Bicara Sumatra Barat, adalah daerah dengan beragam kuliner, dan tersohor di nusantara dan mancanegara dengan khas minang dan kuliner nasi padangnya, termasuk salah satu nya memiliki khas sate padang, yang memiliki ciri khas dengan bumbu nya yang kental dan berbeda jauh dengan sate sate pada umumnya.

Sate Padang memiliki tiga jenis varian sate di Sumatra Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan), dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dilakukan oleh Surya, salah satu warga minang, yang merantau ke kota jakarta 16 tahun yang lalu, hanya dengan modal pas pasan dan bekerja serabutan disalah satu kawasan di daerah tanah abang jakarta pusat, hingga akhirnya beliau bertemu dengan salah satu rekan sekampungnya yang sama sama berasal dari ranah minang, tepatnya berasal dari Sungai Limau, yang membuka usaha dagang sate padang diemperan toko pakaian di bilangan pertokoan tanah abang.

Berawal dari mengikuti teman, membantu dan berjualan sate padang hampir kurang lebih 5 tahun, akhirnya Surya memutuskan untuk berhenti dan mencoba untuk mencari peruntungan sendiri, dan dia nekat untuk hijrah ke kota tangerang sekitar 11 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2011, dia mengadu nasib di wilayah cipondoh di pinggir saluran irigasi kota tangerang.

Dengan modal yang pas pas, surya memulai usaha jualan sate padang, dengan modal rombong reot yang dia beli dengan harga murah, dia memberanikan diri untuk menjalankan usaha, yang telah dia pelajari sejak 5 tahun disaat membantu temannya di kawasan tanah abang. Surya mencoba menginovasi dari rasa dan bumbu yang sudah menjadi ciri khas Sate Padang, dia memadukan tiga unsur dan varian dari ciri ciri khas Sate Padang baik sate padang panjang, sate padang pariaman maupun sate padang.

Ketiga varian rasa dari tiga jenis sate padang ini, akhirnya Surya menemukan jadi diri dan sate padang milikinya, memiliki rasa dan bumbu yang berbeda dengan rasa dari sate padang pada umumnya. Dan seiring berjalannya waktu, usaha Sate Padang yang dia rintis dan berdiri sendiri sejak tahun 2011, akhirnya berkembang dan memiliki cita rasa yang berbeda dan pelangan pelangannya pun semakin hari semakin berkembang, hingga Surya mengembangkan usahanya, dan memiliki beberapa rombong yang di tempatkan dibeberapa wilayah stategis di dekat pusat pusat keramaian seperti di jalan raya irigasi Cipondoh Kota Tangerang, Diperempatan pasar Bengkong Kunciran dan beberapa rombong gerobak di daerah pasar Ciledug.

Dengan Semakin meningkatnya Omset dan Pelanggan nya yang semakin banyak, serta dapat dijangkau dan di ingat oleh para pelanggannya, Surya memberi nama usaha Sate Padang nya dengan Nama “SINAR SURYA”, yang merupakan rintisan dan jerih payahnya yang telah dia tekuni selama ini.

Saat di konfirmasi oleh jurnalis pilarnusantara, dan berbincang bincang, Surya enggan membuka rasiah bumbu yang dimiliki oleh khas sate padang milikinya, dan saat di konfirmasi omsetnya perhari, Surya hanya tersenyum dan menjawab dengan senyum kebahagian, dengan suara lirih, seolah dia tidak ingin menyombongkan diri, kalau setiap rombong gerobaknya, bisa menghasilkan omset rata rata perhari sekitar 2,5 juta/rombong. Namun dibalik semua itu, Surya selalu bersyukur, karena dengan usaha yang dia rintis ini, dapat membantu saudara saudaranya yang dari kampung (sungai limau), bisa bekerja ditempatnya dan mendapatkan penghasilan yang dia bayar dengan pantas dan layak, ucap Surya.

“Bagi yang ingin mencoba mencicipi dan merasakan enaknya Sate Padang Sinar Surya, silahkan datang di jalan raya irigasi Cipondoh, atau yang saat ini sedang ramai di Bazar Ramadhan Sudimara Barat, harga nya terjangkau perporsinya,” ucap Surya.