Sopir Tabrakan Maut Jalur Mudik Sumatera Kabur, Ditangkap di Serang

Sopir tabrakan maut di jalur mudik ditangkap.
Follow Us

Jurnal Pilar | Sopir Tabrakan Maut Jalur Mudik Sumatera Kabur, Ditangkap di Serang

Jakarta, Pilarnusantara.id – Kecelakaan maut terjadi saat arus mudik, Jumat 29 April 2022 lalu di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kecelakaan itu mengakibatkan empat orang tewas karena terjepit badan mobil sempat kabur. Identitas korban yakni Deni Riansyah (25), Meliya Yujita (30), Delpin (3) dan Mas (53) yang merupakan warga Lubuk Linggau Barat.

Kala itu, mobil pick up berisikan empat orang menghantam bus Family Raya. Akibatnya, penumpang pick up meninggal dalam musibah tersebut. Usai kejadian, sopir bus melarikan diri hingga ke Kota Serang, Banten.

“(Kabur) di Kota Serang tempat istri sama mertua. Sempat aku berada di situ (lokasi kecelakaan) dan setelah itu saya melarikan diri untuk mengamankan badan dan tidak memperbesar masalah,” kata sopir bus Family Raya, W (37), di Polsek Serang, Jumat (6/5).

Polisi menerangkan W diamankan di rumah mertuanya di Kota Serang, Banten pada Kamis (5/5) sekitar pukul 18.00 wib. Sopir diamankan dengan cara meminta baik-baik ke keluarga. W maupun seluruh keluarganya menyerahkan diri secara ikhlas untuk diperiksa oleh polisi.

Polres Serang Kota berkoordinasi dengan Polres Musi Rawas Utara terkait penanganan hukumnya.

“Kejadian ini viral, kemudian kita analisis dan mengumpulkan informasi dari Polres Musi Rawas Utara di Sumatera Selatan. Proses hukum nya di Musi Rawas Utara,” kata Kapolres Serkot, AKBP Maruli Ahiles Hutapea, dilokasi yang sama, Jumat (6/5).

Berdasarkan keterangan dari sang sopir, Maruli menjelaskan saat kejadian bus berada di jalur kiri, kemudian dari arah berlawanan pick up menerobos kendaraan di depannya hingga terjadi tabrakan tak terelakkan.

Menurut Maruli, W sempat berdiam diri dulu di sekitar lokasi tabrakan. Kemudian dia menaiki bus untuk sampai di Ibu Kota Banten dan berlindung di rumah mertuanya.

“Menurut pelaku, sopir itu di jalur kiri dan di berlawanan arah (pick up) memotong (jalur) dan menghantam badan bus. Pelaku mengatakan yang bersangkutan khawatir di massa disana. Kemudian naik bus ke Lubuk Linggau, kemudian langsung ke Kota Serang,” jelasnya.