Sumarsono: Pengganti Anies Bakal Dihajar Kiri-Kanan Jika Tak Netral

Mantan Plt Gubernur DKI Soni Sumarsono memprediksi ketegangan DKI 2017 akan terulang pada 2024. Sehingga Pj gubernur pengganti Anies harus betul-betul netral.
Follow Us

Jurnal Pilar | Sumarsono: Pengganti Anies Bakal Dihajar Kiri-Kanan Jika Tak Netral

Jakarta, Pilarnusantara.id – Mantan pelaksana tugas (Plt.) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono meminta penjabat atau Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan bersikap netral.

Soni memprediksi ketegangan Pilkada DKI Jakarta 2017 akan terulang pada 2024. Ia berkata penjabat gubernur akan memainkan peran penting dalam meredam konflik di Jakarta.

“Rakyat betul-betul ikut dalam suasana konflik. Itu akan bisa terjadi tergantung calon pilkadanya siapa, suasana pilpres yang akan mempengaruhi Jakarta, kemudian kapasitas pj. Kalau pj. tidak netral, akan dihajar kiri-kanan,” kata Soni saat dihubungi Pilarnusantara, Kamis (19/5).

Bacaan Lainnya

Soni berkata pengganti Anies juga harus menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan masyarakat. Dia menyebut Pj. Gubernur DKI Jakarta harus menjadi payung yang melindungi keragaman di ibu kota negara.

Dia juga menilai penjabat gubernur harus lihai berkomunikasi dengan DPRD. Dia berkata harus bekerja keras saat menjadi Pj. Gubernur DKI Jakarta pada 2016 karena hubungan Gubernur Ahok dengan DPRD sedang panas-panasnya.

Selain itu, Soni menyebut pengganti Anies harus sosok yang bersih dari korupsi. Menurutnya, tugas berat gubernur dari kalangan ASN adalah meyakinkan rakyat bahwa pemerintahan dijalankan dengan bersih.

“Tidak satu sen pun mencuri uang APBD, tidak main proyek, tidak main bisnis. Murni pengabdian kepada bangsa dan negara melalui Pemda DKI,” ucapnya.

Masa jabatan Anies Baswedan di DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Oktober 2022. Seperti kepala daerah lainnya, Anies akan digantikan oleh seorang penjabat kepala daerah.

Pj. Gubernur DKI Jakarta akan berasal dari ASN eselon I. Sosok itu akan diusulkan menteri dalam negeri dan akan dipilih Presiden Joko Widodo.