Tarekat Naqsabandiyah Hingga Syattariah Sudah Mulai Puasa Ramadan

Tareqat Naqsabandiyah di Sumatera Barat sudah menjalani puasa Ramadan lebih dahulu
Follow Us

Jurnal Pilar | Tarekat Naqsabandiyah Hingga Syattariah Sudah Mulai Puasa Ramadan

Jakarta, Pilarnusantara.id – Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat dan Syattariyah di Aceh mulai melakukan ibadah puasa Ramadan 1443 Hijriah pada hari ini, Jumat (1/4).

Jemaah Naqsabandiyah memulai ibadah puasa mengacu pada hitungan Hisab Qomariyah dalam Kitab Munjid. Penghitungan permulaan puasa dihitung lima hari setelah awal puasa tahun sebelumnya.

Sekretaris tarekat Naqsabandiyah Padang, Edizon Revindo mengatakan puasa Ramadan tahun sebelumnya dimulai pada hari Senin, sehingga tahun ini dimulai pada Jumat.

Bacaan Lainnya

“Iya, kita menghitung lima hari setelahnya dan dimulai dari hari senin, sehingga tahun ini dimulai dari Jumat,” katanya kepada Pilarnusantara.id, Rabu (30/3).

Selain di Kota Padang, Edizon mengatakan jemaah Naqsabandiyah di Kabupaten Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Kota Solok juga sudah mulai menjalani puasa Ramadan pada hari ini.

Jemaah Naqsabandiyah, lanjut Edizon, akan melaksanakan ibadah puasa selama tiga puluh hari penuh. Namun jika memulai ibadah puasa pada hari Jumat, maka hari raya Idulfitri akan tiba pada hari Minggu.

“Kita tidak pernah melakukan ibadah puasa kurang dari tiga puluh hari,” katanya.

Tak hanya Naqsabandiyah, Tarekat Syattariyah pengikut Habib Muda Seunagan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh nahka sudah mulai puasa pada Kamis (31/3) lalu.

Cucu Kandung Habib Muda Seunagan, Abu Said Kamaruddin mengatakan penetapan awal Ramadan itu ditetapkan bersama para ulama pengikut Tarekat Syattariyah menyepakati 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Kamis.

“Kamis mulai puasa. Ini hasil kesepakatan para ulama dan teungku-teungku dayah pada Kamis yang lalu,” kata Abu Said saat dikonfirmasi.

Tarekat Syattariyah memiliki hisab sendiri dalam menentukan awal Ramadan. Misalnya ada hisab bilangan lima serta lima tahun bilangan naik.

“Kalau misalnya jatuh Rabu dinaikkan ke Kamis, dalam lima tahun, kemudian ada lima tahun bilangan turun. Kalau jatuh pada hari Senin, Selasa, Kamis, itu tetap. Tidak dipindahkan lagi,” ucapnya.

Sejauh ini, pemerintah belum menetapkan kapan puasa hari pertama Ramadan ini dimulai. Sidang isbat baru akan digelar Kementerian Agama pada Jumat sore nanti (1/4).