Wakil Wali Kota Kecewa Dilarang Dampingi Jokowi Saat di Solo

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa kecewa tak boleh mendampingi Presiden Jokowi
Follow Us

Jurnal Pilar | Wakil Wali Kota Kecewa Dilarang Dampingi Jokowi Saat di Solo

Solo, Pilarnusantara.id – Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan saat menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Solo, Jumat lalu (11/3). Kala itu, dia menggantikan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka yang tengah isolasi akibat terinfeksi virus corona (Covid-19).

Teguh mengaku tidak diperkenankan dekat dengan Presiden Jokowi di sejumlah kegiatan di Solo. Dia kecewa. Padahal, dia pemimpin wilayah dan telah ditugasi oleh Walkot.

“Saya bukan minta dihormati, tapi saya ini ditugasi Wali Kota,” kata Teguh saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (14/3).

Bacaan Lainnya

Belum ada keterangan resmi dari pihak Istana dan Paspamres terkait pernyataan Teguh ini. CNNIndonesia.com masih berupaya menghubungi pihak istana tentang pernyataan Teguh.

Mulanya, saat acara Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret (UNS), salah satu Protokoler Istana Negara dan petugas dari Rektorat menyarankan Teguh agar tidak memasuki Auditorium tempat acara dihelat.

Pasalnya, Teguh tidak akan bisa keluar dari auditorium sebelum acara selesai. Teguh lalu menerima saran itu. Dia tidak masuk auditorium agar bisa lekas ke Solo Techno Park (STP) mendampingi Presiden Jokowi.

“Jadi kalau saya masuk, saya tidak bisa mengejar ke STP. Oke, kalau begitu, saya menyambut di luar saja,” kata Teguh.

Namun niatnya untuk menyambut Presiden di depan pintu Auditorium UNS pun gagal. Beberapa saat sebelum Presiden Jokowi datang, seorang anggota Paspampres bersama Rektor UNS, Jamal Wiwoho menghampiri Teguh.

Mereka meminta Teguh menunggu di STP karena kedatangan Presiden Jokowi di UNS sudah disambut oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Saya diminta untuk menerima Presiden di STP bersama Direktur STP,” katanya.

Teguh lalu lekas berangkat ke STP bersama Herwin, ajudan pertama Presiden Jokowi saat masih menjabat Wali Kota Solo.

Sepuluh menit jelang kedatangan Jokowi di STP, Teguh kembali dihampiri Paspampres dan Protokoler Istana Negara di pintu masuk.

“Mereka bilang saya tidak bisa mendekat karena harus PCR,” katanya.

Teguh pun kecewa dengan perlakuan tersebut. Pasalnya Teguh sudah melakukan tes antigen di RS dr Oen Solo dengan hasil negatif sebelum menghadiri acara tersebut.

Ia tidak diberi tahu ada syarat PCR jika ingin menyambut Presiden Jokowi. Teguh sangat kecewa.

“Kurang 10 menit Presiden datang baru disampaikan harus PCR. Ini tidak ada suratnya lho, tidak ada perintah harus PCR,” ujarnya.

Kesal dengan perlakuan tersebut, Teguh langsung meninggalkan lokasi.

“Kalau tidak boleh mendekat, lha ngapain saya di sini? Akhirnya saya keluar,” katanya.

Menurut Teguh, salah satu Protokoler Istana Negara sempat mengejarnya sampai ke tempat parkir. Mereka berjanji akan mengupayakan agar Teguh bisa menemui Presiden Jokowi.

“Saya bilang, Nggak ada usaha-usaha! Saya ini hadir atas nama wali kota, yang punya tempat ini,” ucap Teguh.

“Saya bukan minta dihormati, tapi saya ini ditugasi Wali Kota. Saya harus melaporkan hasil tugas saya apapun hasilnya,” tambahnya.