Langkah Terbaru Pelita Air dan Pertamina: 10 Ribu Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan

PilarNusantara.id – Ngawi, Jawa Timur – Pelita Air (kode penerbangan IP) bersama PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation melakukan penanaman 10 ribu pohon di Hutan Pertamina UGM, Ngawi, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Inisiatif “Sustainability for Tomorrow” ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan kualitas lingkungan. Penanaman pohon diharapkan dapat mengurangi sekitar 150 ton karbon dioksida setiap tahunnya, sambil memberikan manfaat jangka panjang bagi udara, tanah, dan air.

Agdya Yogandari, Corporate Secretary Pelita Air, menjelaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan salah satu pilar utama bisnis perusahaan. Pemilihan jenis tanaman seperti kepuh, nyamplung, jambu mete, nangka, dan kayu putih tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga untuk ekonomi lokal, dengan melibatkan serta meningkatkan keterampilan masyarakat setempat.

Pada hari yang sama, Pelita Air melakukan penerbangan hijau (green flight) di rute Jakarta-Surabaya-Jakarta (IP202 dan IP207), dengan membeli carbon credit untuk mengompensasi emisi karbon sebesar 12 ton CO². Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata Pelita Air dalam mendukung penerbangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Acara penanaman pohon ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari Pelita Air, PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation, serta perwakilan pemerintah dan universitas. Agdya Yogandari mengakhiri dengan menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan melalui kolaborasi ini.

Dalam kegiatan penanaman pohon ini, Pelita Air tidak hanya fokus pada upaya mengurangi jejak karbon, tetapi juga memperkuat hubungan dengan komunitas lokal. Partisipasi aktif masyarakat setempat dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung melalui program penanaman pohon.

Selain itu, penerbangan hijau (green flight) yang dilakukan pada hari yang sama menunjukkan komitmen nyata Pelita Air dalam mengurangi dampak lingkungan dari operasinya. Dengan pembelian carbon credit, Pelita Air tidak hanya mengkompensasi emisi karbon, tetapi juga mempromosikan praktik penerbangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Kehadiran pejabat dari Pelita Air, PT Pertamina (Persero), dan Pertamina Foundation, serta dukungan dari pemerintah dan universitas dalam acara penanaman pohon ini, mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Agdya Yogandari menekankan bahwa inisiatif ini adalah langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dampak positif secara lingkungan, tetapi juga memberikan inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut berperan dalam pelestarian alam dan menjaga keseimbangan ekosistem demi masa depan yang lebih baik. (red/pinus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *