SBY Soal Duet Anies-Cak Imin: Kader Demokrat Sangat Emosional

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan kader Demokrat merasa sangat emosional mendengar kabar duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jurnal Pilar | Ibnu Sayyid Daffa

Jakarta, Pilarnusantara.id – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan kader Demokrat merasa sangat emosional mendengar kabar duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Bacaan Lainnya

“Saya mengetahui kader di lapangan sangat emosional tadi malam itu. Mungkin di antara kita juga tidak bisa menahan perasaan kita,” kata SBY saat memimpin rapat Majelis Tinggi Demokrat di Cikeas, Bogor, Jumat (1/9).

 

“Mungkin di antara kita juga tidak bisa menahan perasaan kita,” lanjutnya.

SBY menyebut rapat ini merupakan sebuah rapat darurat karena terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dan tidak pernah terbayangkan.

“Oleh karena itu, kita, Partai Demokrat, dan lebih khusus lagi Majelis Tinggi Partai harus menyikapi dan merespons perkembangan situasi terkini ini,” ucap SBY.

Partai Demokrat mengungkap Anies Baswedan menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB. Menurut Demokrat, keputusan itu dilakukan secara sepihak oleh Surya Paloh, sehingga mereka merasa dikhianati.

Anies telah didukung oleh NasDem, Demokrat, dan PKS lewat Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). PKB pun saat ini tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju bersama Gerindra, Golkar, PAN, dan PBB mengusung Prabowo Subianto.

Surya Paloh pun mengatakan duet Anies dan Cak Imin kemungkinan bisa terjadi. Namun, keputusan belum final.

“Bisa terjadi. Keputusan itu belum puncak sepenuhnya,” kata Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (31/8).

Sejumlah kader Demokrat lantas menurunkan baliho bergambar Anies Baswedan dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang tersebar di pelbagai penjuru wilayah.

Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Syarief Hasan memastikan kabar tersebut. Para kader geram dengan keputusan NasDem dan Anies soal posisi cawapres.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *