Yenny Wahid Sulit Dukung Anies-Cak Imin, Opsi Tinggal Prabowo & Ganjar

Putri dari Abdurrahmah Wahid, Yenny Wahid mengaku sulit untuk mendukung pasangan Anies-Muhaimin di Pilpres 2024 (CNN Indonesia/Muhammad Hirzan Ibnurrusyd)

Jurnal Pilar | Ibnu Sayyid

Jakarta, Pilarnusantara.id – Putri Presiden ke-4 Abdurahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengaku sulit untuk mendukung Anies Baswedan usai menggaet Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapresnya di Pilpres 2024 mendatang.

Bacaan Lainnya

Yenny menyatakan sikap demikian sudah diutarakan ketika Cak Imin masih berada dalam gerbong koalisi pendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

“Ketika waktu itu Cak Imin masih berkoalisi dengan Pak Prabowo, saya sudah menyatakan secara terbuka posisi kami, akan sulit sekali bagi kami mendukung capres yang bersanding dengan orang yang pernah mengkudeta Gus Dur,” kata Yenny ketika ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/9).

Yenny lantas menegaskan alternatif pilihan politiknya untuk mendukung capres kini tinggal Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

Ia mengaku sedang melakukan komunikasi intens dengan dua kubu capres tersebut.

“Kami para anak buah Gus Dur, pengikut Gus Dur, ya pilihan politiknya tinggal dua, dan sedang kami olah, kami melakukan proses komunikasi dengan kedua kelompok tersebut, kelompoknya Pak Prabowo dan Pak Ganjar,” kata Yenny.

Yenny sempat mengungkapkan kendala bagi Prabowo jika ingin mendapat dukungan para pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia.

Ia menilai Prabowo akan sulit mendapat dukungan dari Gusdurian jika memilih Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres.

“Kalau pendampingnya Cak Imin akan berat sekali mendapatkan dukungan dari seluruh pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia,” kata Yenny ketika berbincang dengan CNNIndonesia.com di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Terbaru, Cak Imin  membantah anggapan yang menyebut dirinya berkhianat terhadap Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, di internal PKB.

Alih-alih mengkudeta, Cak Imin justru mengklaim korban kudeta saat diberhentikan sebagai Ketua Umum PKB.

“Bahkan ada yang bilang saya kudeta, yang benar adalah justru saya dikudeta, dikudeta oleh orang-orang yang kemudian Gus Dur memberhentikan saya,” katanya di acara Mata Najwa.

Kini, Cak Imin telah dideklarasikan sebagai cawapres Anies Baswedan dengan didukung NasDem dan PKB di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9).

Sebelumnya, Cak Imin sempat bergabung ke koalisi bersama Gerindra dengan bendera Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Namun, koalisi keduanya kini telah bubar. Gerindra kini telah berkoalisi dengan PAN, Golkar dan PBB dengan nama Koalisi Indonesia Maju.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *